Kiat Menulis Buku Dalam Seminggu
Oleh: Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA
Setiap
kali kita sebagai manusia senang brcerita dan ngobrol, berbicara sana
kemaridengan siapa saja kita berjumpa. Mengubah berkomunikasi via oral (mulut)
ke dalam via tulisan adalah cara jka ingin menulis dan menerbitkan buku dalam
satu minggu.
Hobi, kegemaran, kesukaan, cerita
dan lain-lain pasti dimiliki setiap orang. Pilihlah satu topik yang Anda SUKAI
dan anda KUASAI karena pengalaman Anda. Namun jangan ceritakan kepada orang
lain via obrolan (mulut/verbal) tetapi lakukan dengan cara menuliskan apa yang
ingin anda omongkan via tulisan
Intinya sederhana. Kalau kalua kita
setiap hari biasa sholat lima waktu maka ditambahkan sekarang dengan cara
menulis satu halaman per hari. Nah biasanya kalua sudah ketagihan , kita
naikkan porsinya jadi 2 – 5 lembar per hari .
Hambatan
menulis dating dari diri kita sendiri. Yang pasti paling banyak mengatakan
tidak ada waktu. Padahal justru saat pandemi inilah waktu paling tepat untuk
menulis.
Menulis
juga bisa dipicu karena hal-hal lain. Memberikan nasehat orang tua kepada anak tetapi
melalui tulisan bukan ucapan. Kadang kalau bentuk ucapan yang isinya nasehat,
selalu dicuekin. Iseng-iseng buatkan puisi untuk pasangan kita walaupun susunan
kata-katanya hanya salinan dari lirik sebuah lagu. Alhasil, hubungan kami
semakin romantis.
Menulis
itu bukan saja bertujuan untuk publikasi . Bagi saya menulis adalah untuk
meningkatkan imunitas tubuh (supaya tidak mudah terjangkit covid). Karena
dengan menulis dapat membuat orang lain bahagia, tersenyum, gembira, tertawa,
itulah hebatnya sebuah pena…..eh….jempol di handpone.
Sebagai
pribadi saya ingin agar anak, cucu, cicit dan cicit-cicitnya saya nanti bisa
mengenal siapa kita sebagai mbah mbah mbah buyutnya. Karena apa yang kita tulis
terekam abadi di dunia maya.
Hal-hal
yang membuat senang menulis : apa yang kita tulis ada di sekitar kita, tiap
hari yang kita alami jadi inspirasi yang kita tulis, ada paksaan menulis jadi
semangat.
Jadi
teman-teman, jangankan seminggu, satu hari saja jika anda memutuskan untuk
menulis dari pagi sampai malam, pasti bisa menjadi buku.
Kadang-kadang
untuk memaksa menulis, saya suka mendisrupsi diri saya sendiri. Misalkan dengan
membayangkan hal yang aneh-aneh.
Untuk
penulis pemula agar bisa menulis butuh KETENANGAN. Luangkanlah waktu 2 jam
sehari untuk menulis.
Macet
saat menulis itu biasa. Kebanyakan karena kehabsan ide. Biasanya terjadi karena
badan Lelah. Yang bisa kita lakukan bersantai, olah raga, bermain dengan anak
dan mendengarkan musi. Ditengah-tengah biasanya muncul ide. Bahkan tidak
mungkin muncul saat kita tidur.
Cara
menulis dengan cepat bisa dilakukan bisa dilakukan apabila kita berada pada
lingkungan yang kondusif. Namun tiap orang bisa berbeda-beda. Bahkan ada yang
bisa menulis saat situasi ramai atau sedang ngobrol, bermain dan sebagainya.
Namun ada juga orang yang bisa menulis cepat saat situasi tenang.
Orang
terdekat itu senang kalau melihat kita senang. Dia gembira jika melihat kita
gembira. Oleh karena itu, agar di dukung, menulislah dengan senyum dan tertawa.
Yang bersangkutan pasti penasaran melihat kgembiraan kita.
Cara
menulis paling mudah untuk Pendidikan adalah membuat bunga rampai. Setiap hari
usahakan mencari satu pesan yang ingin disampaikan dalam tulisan. Misalnya
pesan tersebut mengenai “pentingnya kejujuran”
atau pesan mengenai “belajar kelompok yang mengasyikkan” atau pesan
terkait dengan “cara browsing yang efektif” atau mungkin juga masalah “belajar
tanpa kuota internet”. Nah dari satu pesan itu, buatlah sebuah tulisan. Kalau
setiap hari satu pesan, berarti dalam sebulan khan ada 30 pesan. Jadilah BUNGA
RAMPAI TULISAN dalam bidang PENDIDIKAN. Menulis karya bunga rampai (koleksi)
jauh lebih mudah daripada membuat buku yang di dalamnya terdapat struktur
bahasan yang logis dan teratur.
Setiap
tulisan sudah ada pembacanya masing-masing. Tidak mungkin kita buat tulisan
yang bisa memuaskan banyak orang. Hilangkan keraguan tulis sampai tuntas.
Nah
bagi saya sederhana. Mengubah berkomunikasi via oral (mulut) ke dalam via
tulisan adalah cara jika ingin menulis dan menerbitkan buku dalam satu minggu.
Pilihlah
satu topik yang sangat anda SUKAI dan anda KUASAI karena pengalaman anda - namun
jangan ceritakan ke orang lain via obrolan (mulut/verbal), tetapi lakukan
dengan cara menuliskan apa yang ingin anda omongkan via tulisan.
Jadi
yang suka Manchester United silahkan setiap hari bicara apa saja mengenai MU,
yang suka kulineran silahkan bicara mengenai makanan, yang suka main catur
silahkan cerita mengenai taktik bermain catur, yang suka nyanyi silahkan
kumpulkan lagu-lagu nostalgia anda, yang suka bikin puisi monggo buat satu
puisi per hari.
Intinya
sederhana. Kalau setiap hari kita biasa sholat lima waktu bagi yang muslim atau
berdoa bagi yang lain, maka ditambahkan sekarang dengan cara menulis satu
halaman per hari (seperti yang diajarkan Oom Jay)
Nah
biasanya kalau sudah ketagihan, kita naikkan porsinya jadi 2-5 halaman per hari
Kalau
saya biasanya setiap hari menulis 1-3 halaman, tapi pas hari Sabtu atau Minggu
bisa berpuluh-puluh halaman - isinya macem-mancem, dari mulai cara mengajar,
teknik main sulap kartu, update teknologi terbaru, dan lain sebagainya
Yang
saya dengar anda adalah para blogger hebat, artinya anda semua sudah memiliki
modal untuk menulis - jadi lakukan saja tanpa harus menunggu
Hambatan
menulis datang dari diri kita sendiri, yang pasti paling banyak mengatakan
tidak ada waktu - padahal justru saat pandemi inilah waktu paling tepat untuk
menulis karena semuanya WFH
Menulis
juga bisa dipicu karena hal-hal lain. Misalnya kita orang tua yang sering
sekali memberikan nasehat ke anak-anak remaja tapi mereka cuek atau tidak mendengarkan.
Yang saya lakukan adalah nasehat tersebut saya tulis dalam bentuk "surat
untuk anakku yang kubanggakan", saya print, dan saya taruh di meja anak
saya. Alhasil, dia justru semakin cinta dengan ayahnya (padahal kalau
dinasehati dia tidak mau)
Istri
saya juga sering saya isengin. Saya buatkan dia puisi, pantun, syair, dan
gurindam - padahal susunan kata-katanya saya ambil dari rangkaian lagu-lagu
yang diciptakan almarhum ayahnya A. Riyanto. Alhasil, hubungan kami semakin
romantis.
Saya
juga bersyukur kedua orang tua masih ada dan lengkap. Setiap mereka ulang
tahun, saya persembahkan berbagai karya tulisan yang mengingatkan pada indahnya
masa-masa kecil dulu ketika kita semua masih bersama dalam satu atap rumah.
Oooooo.... ayah dan ibu saya pasti tersenyum sambil menangis haru... a priceless moment....
Intinya
adalah bahwa menulis itu bukan saja bertujuan untuk publikasi. Bagi saya
menulis adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh (supaya tidak mudah
terjangkiti covid). Karena dengan menulis saya dapat membuat orang lain
bahagia, tersenyum, gembira, tertawa..... Itulah hebatnya sebuah pena... eh,
itu jaman dulu ya, jaman sekarang pakai keyboard....atau jempol di handphone
Sebagai
pribadi saya juga ingin agar anak, cucu, cicit, dan cicit-cicitnya saya nanti
bisa mengenal siapa kita sebagai mbah-mbah-mbah buyutnya. Karena apapun yang
kita tulis akan terekam abadi di dunia maya.
Jadi
teman-teman, jangankan seminggu, satu hari saya jika anda memutuskan untuk
menulis dari pagi sampai malam, pasti bisa menjadi buku
Kadang-kadang
untuk memaksa, saya suka mendisrupsi diri saya sendiri. Misalnya dengan
membayangkan hal yang aneh-aneh.
Semisal,
seandainya saya diberitahu malaikat bahwa usia saya tinggal 24 jam lagi, dan
dalam waktu itu saya tidak bisa bertemu dengan siapa-siapa kecuali disediakan
keyboard, komputer, dan Microsoft Word, anda akan menuliskan apa dan kepada
siapa? Saya yakin anda akan berhasil membuat buku yang mengharukan dalam waktu
24 jam !
Disamping
itu, para peserta harus komit meluangkan waktu paling tidak 2 jam sehari untuk
TIDAK DIGANGGU siapapun, agar bisa menulis. Karena untuk penulis pemula,
KETENANGAN sangatlah dibutuhkan. Saya tidak keberatan jika harus menemani anda
dari jam 12 malam sampai jam 2 pagi - sejauh anda berkomitmen untuk
menghasilkan buku dalam seminggu.
Macet
ketika menulis itu biasa. Kebanyakan karena kehabisan ide. Biasanya itu terjadi
karena badan kita lelah. Yang saya lakukan biasanya bersantai-santai, olah raga
sebentar, main sama anak, dan mendengarkan musik. Di tengah-tengah biasanya ide
muncul lagi. Bahkan tidak jarang saya menemukan ide ketika lagi tidur via
mimpi.
Cara
menulis cepat bisa dilakukan apabila kita berada pada lingkungan yang kondusif.
Namun tiap orang bisa beda-beda. Kalau saya justru bisa menulis cepat kalau di
sekitar saya ada orang ramai sedang ngobrol, bermain, dsb. Namun ada orang yang
baru bisa menulis cepat apabila suasana tenang.
Nah
Mbak Herni harus membuat suasana yang pas atau sesuai dengan karakteristik Mbak
agar kondusif untuk melahirkan ide-ide. Jangan ketawa ya, bahwa saya setiap
kali menulis itu disambi dengan main kartu bersama sahabat-sahabat saya....
hehehe...
Orang
terdekat itu senang kalau melihat kita senang. DIa gembira jika melihat kita
gembira. Oleh karena itu, agar didukung, menulislah dengan senyum dan tertawa.
Yang bersangkutan pasti penasaran melihat kegembiraan kita. Saya kadang-kadang
sambil nulis itu suka ketawa atau nangis sendiri.... entah kenapa, udah bawaan
orok yakaknya.
Cara
menulis paling mudah untuk pendidikan adalah membuat bunga rampai. Setiap hari,
usahakan mbak Dwi mencari SATU PESAN yang ingin disampaikan dalam tulisan.
Misalnya
pesan tersebut mengenai PENTINGNYA KEJUJURAN, atau pesan mengenai BELAJAR
KELOMPOK YANG MENGASYIKKAN, atau pesan terkait dengan CARA BROWSING YANG
EFEKTIF atau mungkin juga masalah BELAJAR TANPA KUOTA INTERNET.... nah dari
satu pesan itu, buatlah sebuah tulisan.
Kalau
setiap hari satu pesan, berarti dalam sebulan khan ada 30 pesan. Jadilah yang
namanya BUNGA RAMPAI TULISAN dalam bidang PENDIDIKAN. Menulis karya bunga
rampai (koleksi) jauh lebih mudah daripada membuat buku yang di dalamnya
terdapat struktur bahasan yang logis dan teratur.
Setiap
tulisan itu sudah ada pembacanya masing-masing. Tidak mungkin kita buat tulisan
yang bisa memuaskan banyak orang. Di masa internet ini sederhana. Hilangkan
keraguan, tulis sampai tuntas. Dan upload tulisan. Jangan kaget ketika
tiba-tiba ada banyak sekali orang yang menikmatinya dan meninggalkan
pesan-pesan yang positif (berterima kasih) atas tulisan kita. Tulisan yang
datang dari hati tulus, tidak ada yang salah. Yang Ibu berikan adalah sharing
pikiran... jadi semuanya pasti valid dan benar.
Ada
pepatah mengatakan begini: "jika anda melakukan hal-hal yang anda sukai,
anda tidak akan merasa bekerja satu detik pun!"
Jadi
saya mengalir saja, karena menulis, bekerja, mendidik, mengasuh anak, itu
adalah satu tarikan nafas. Jangan mau diatur oleh waktu, kita yang harus
mengatur waktu. Kondisi Covid-19 ini adalah saat yang baik untuk belajar
mengelola waktu.
Tidak
semuanya sukses. Suka dukanya banyak. Tapi saya diajarkan keluarga saya untuk
selalu melihat nilai positif dalam berbagai kedukaan. Jadi tetap bersemangat
dalam menghadapi apapun. Seperti yang saya katakan di atas, jika anda bahagia,
pasti orang-orang di sekitar anda bahagia, pasti bos anda ikut bahagia, pasti
pasangan hidup kita juga bahagia. Jadi paling enak adalah syukuri yang ada,
sambil terus berbuat sesuatu tanpa henti.... hingga nafas dan titik darah
penghabisan. Merdeka !
Sumber
atau referensi adalah pendukung ide atau gagasan yang kita tulis, terutama jika
kita ingin membuat karya ilmiah. Tujuannya adalah agar pendapat kita secara
akademik memiliki dasar ilmunya. Sementara untuk tulisan fiksi, cerita, dsb
cukup didasarkan pada imajinasi kita. Nah untuk tulisan yang membutuhkan
referensi dari jurnal, bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah kita
tulis dulu semua yang ada di kepala kita tanpa melihat referensi, setelah jadi
baru kita mencari referensi pendukungnya. Sementara cara kedua adalah kita baca
dulu sebanyak mungkin referensi yang ada, baru kemudian kita mulai menulis
sampai tuntas. Siapakah yang akan jadi mentor anda? Saya siap !
Ada
juga pepatah yang mengatakan begini "dalam menghasilkan karya tulisan,
tidak perduli beberapa kali kita jatuh dan dicemoohkan orang, tapi lihatlah
berapa kali kita dapat bangun dan bergerak untuk menulis lagi setelah belajar
dari peristiwa masa lalu!".
Fokuskan
pada orang yang menyukai dan memuji tulisan Ibu. Tidak perlu menghiraukan
mereka yang mencemooh atau menghina kita. Yang penting tulisan yang kita buat
tulus, dan dari lubuk hati terdalam. Pencipta kita yaitu Tuhan YME itu
tersenyum setiap kali kita menghasilkan tulisan yang berisi kejujuran dan ide
dari kita sebagai mahluknya yang jauh dari sempurna. Teruskan menulis ! Anjing
menggonggong, kafilah berlalu... begitu kata peribahasa. Paling tidak, saya,
Eko Indrajit, yang akan memuji karya tulisan anda... apapun isinya.
Jika
memakai atau menyitir karya orang lain, silahkan menyebutkan referensinya
dengan tata cara yang benar. Tidak ada yang dilanggar dalam konteks itu. Yang
tidak boleh dilakukan adalah mengakui karya orang lain sebagai karya kita.
Seperti
yang saya katakan sebelumnya, motivasi itu terkadang harus diciptakan jika ada
pressure. Pressure bisa datang dari luar atau dari dalam diri sendiri, misalnya
dengan membuat target. Ini cerita nyata. Dulu saya punya perjanjian dengan
istri saya ketika baru menikah. Jika dalam satu hari saya tidak bisa memperlihatkan
sebuah tulisan dalam 5 halaman, maka saya akan tidur di sofa, di luar kamar...
hehehe....
Pada
intinya, semua bisa dituliskan. Bahkan jaman sekarang, publikasi itu tidak lagi
harus berbentuk buku. Anda bisa menerbitkannya dalam bentuk e-book kok. Seperti
musik. Jarang yang menjual kaset atau CD lagi. Semua yang dijual adalah
file.... membuat e-book lebih cepat dan membuat dampaknya lebih besar daripada
buku klasik dengan format fisik.
Yang
saya lakukan adalah membuat perjanjian dengan keluarga. Misalnya sekarang ini,
saya setiap hari jam 19-21 malam pasti meluangkan waktu untuk menulis dan
keluarga saya tahu itu. Tapi nanti di hari Sabtu dan Minggu, saya libur menulis
karena janji dengan anak-anak saya untuk bermain game keluarga.
Intinya
adalah komunikasi dengan mereka yang ada di sekitar kita. Sebab kalau tidak
dikomunikasikan, mereka suka berasumsi dan memiliki persepsi yang salah. Tapi
kalau jadwal itu dikomunikasikan mereka pasti mengerti. Yah kayak jaman normal
lah, dimana pagi anak-anak sekolah, siang anak-anak pulang, sore anak-anak
mengerjakan PR dan seterusnya.
Jadi
intinya kita harus memaksa diri memiliki manajemen waktu yang baik. Memang
awalnya sulit, tapi lama-lama terbiasa. Belajarlah dari dokter yang punya jam
praktek. Selama jam itu, dia tidak bisa diganggu. Tetapi diluar jam praktek,
silahkan saja....
Seberapa
tergila-gilanya anda dengan keinginan untuk menerbitkan buku? Ingat tidak waktu
jaman pacaran dulu, ketika kita naksir atau tergila-gila dengan seseorang,
semua hal kita korbankan demi yang satu itu.... hehehe....
Jika
tujuannya adalah untuk menulis buku yang ingin diterbitkan, maka sebelum
daftar, syarat seperti yang sudah dipresentasikan oleh Penerbit ANDI harus
dipenuhi. Namun jika tujuannya adalah sekedar untuk belajar menulis, tanpa
punya target diterbitkan publisher terkemuka (misalnya diterbitkan sendiri
menjadi e-book), dipersilahkan saja.
Teman-temanku
tercinta, harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading,
manusia mati meninggalkan nama. Artinya adalah bahwa dari semenjak dulu nenek
moyang kita ingin agar kita menulis, karena hanya dengan menulislah maka kita
dapat hidup seribu tahun lagi....
Selamat
berkarya teman-temanku tercinta. Seperti kata Oom Jay, menulislah, dan lihatlah
apa yang terjadi. Menulis adalah doa, menulis adalah cinta, menulis adalah
karya, menulis adalah jiwa, menulis adalah manusia....
Komentar
Posting Komentar