Kiat Menulis Buku Dalam Seminggu

 Oleh: Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA

 Senin, 15 Februari 2021

Setiap kali kita sebagai manusia senang brcerita dan ngobrol, berbicara sana kemaridengan siapa saja kita berjumpa. Mengubah berkomunikasi via oral (mulut) ke dalam via tulisan adalah cara jka ingin menulis dan menerbitkan buku dalam satu minggu.

Hobi, kegemaran, kesukaan, cerita dan lain-lain pasti dimiliki setiap orang. Pilihlah satu topik yang Anda SUKAI dan anda KUASAI karena pengalaman Anda. Namun jangan ceritakan kepada orang lain via obrolan (mulut/verbal) tetapi lakukan dengan cara menuliskan apa yang ingin anda omongkan via tulisan

Intinya sederhana. Kalau kalua kita setiap hari biasa sholat lima waktu maka ditambahkan sekarang dengan cara menulis satu halaman per hari. Nah biasanya kalua sudah ketagihan , kita naikkan porsinya jadi 2 – 5 lembar per hari .

Hambatan menulis dating dari diri kita sendiri. Yang pasti paling banyak mengatakan tidak ada waktu. Padahal justru saat pandemi inilah waktu paling tepat untuk menulis.

Menulis juga bisa dipicu karena hal-hal lain. Memberikan nasehat orang tua kepada anak tetapi melalui tulisan bukan ucapan. Kadang kalau bentuk ucapan yang isinya nasehat, selalu dicuekin. Iseng-iseng buatkan puisi untuk pasangan kita walaupun susunan kata-katanya hanya salinan dari lirik sebuah lagu. Alhasil, hubungan kami semakin romantis.

Menulis itu bukan saja bertujuan untuk publikasi . Bagi saya menulis adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh (supaya tidak mudah terjangkit covid). Karena dengan menulis dapat membuat orang lain bahagia, tersenyum, gembira, tertawa, itulah hebatnya sebuah pena…..eh….jempol di handpone.

Sebagai pribadi saya ingin agar anak, cucu, cicit dan cicit-cicitnya saya nanti bisa mengenal siapa kita sebagai mbah mbah mbah buyutnya. Karena apa yang kita tulis terekam abadi di dunia maya.

Hal-hal yang membuat senang menulis : apa yang kita tulis ada di sekitar kita, tiap hari yang kita alami jadi inspirasi yang kita tulis, ada paksaan menulis jadi semangat.

Jadi teman-teman, jangankan seminggu, satu hari saja jika anda memutuskan untuk menulis dari pagi sampai malam, pasti bisa menjadi buku.

Kadang-kadang untuk memaksa menulis, saya suka mendisrupsi diri saya sendiri. Misalkan dengan membayangkan hal yang aneh-aneh.

Untuk penulis pemula agar bisa menulis butuh KETENANGAN. Luangkanlah waktu 2 jam sehari untuk menulis.

Macet saat menulis itu biasa. Kebanyakan karena kehabsan ide. Biasanya terjadi karena badan Lelah. Yang bisa kita lakukan bersantai, olah raga, bermain dengan anak dan mendengarkan musi. Ditengah-tengah biasanya muncul ide. Bahkan tidak mungkin muncul saat kita tidur.

Cara menulis dengan cepat bisa dilakukan bisa dilakukan apabila kita berada pada lingkungan yang kondusif. Namun tiap orang bisa berbeda-beda. Bahkan ada yang bisa menulis saat situasi ramai atau sedang ngobrol, bermain dan sebagainya. Namun ada juga orang yang bisa menulis cepat saat situasi tenang.

Orang terdekat itu senang kalau melihat kita senang. Dia gembira jika melihat kita gembira. Oleh karena itu, agar di dukung, menulislah dengan senyum dan tertawa. Yang bersangkutan pasti penasaran melihat kgembiraan kita.

Cara menulis paling mudah untuk Pendidikan adalah membuat bunga rampai. Setiap hari usahakan mencari satu pesan yang ingin disampaikan dalam tulisan. Misalnya pesan tersebut mengenai “pentingnya kejujuran”  atau pesan mengenai “belajar kelompok yang mengasyikkan” atau pesan terkait dengan “cara browsing yang efektif” atau mungkin juga masalah “belajar tanpa kuota internet”. Nah dari satu pesan itu, buatlah sebuah tulisan. Kalau setiap hari satu pesan, berarti dalam sebulan khan ada 30 pesan. Jadilah BUNGA RAMPAI TULISAN dalam bidang PENDIDIKAN. Menulis karya bunga rampai (koleksi) jauh lebih mudah daripada membuat buku yang di dalamnya terdapat struktur bahasan yang logis dan teratur.

Setiap tulisan sudah ada pembacanya masing-masing. Tidak mungkin kita buat tulisan yang bisa memuaskan banyak orang. Hilangkan keraguan tulis sampai tuntas.

 

 

 

Nah bagi saya sederhana. Mengubah berkomunikasi via oral (mulut) ke dalam via tulisan adalah cara jika ingin menulis dan menerbitkan buku dalam satu minggu.

Pilihlah satu topik yang sangat anda SUKAI dan anda KUASAI karena pengalaman anda - namun jangan ceritakan ke orang lain via obrolan (mulut/verbal), tetapi lakukan dengan cara menuliskan apa yang ingin anda omongkan via tulisan.

Jadi yang suka Manchester United silahkan setiap hari bicara apa saja mengenai MU, yang suka kulineran silahkan bicara mengenai makanan, yang suka main catur silahkan cerita mengenai taktik bermain catur, yang suka nyanyi silahkan kumpulkan lagu-lagu nostalgia anda, yang suka bikin puisi monggo buat satu puisi per hari.

Intinya sederhana. Kalau setiap hari kita biasa sholat lima waktu bagi yang muslim atau berdoa bagi yang lain, maka ditambahkan sekarang dengan cara menulis satu halaman per hari (seperti yang diajarkan Oom Jay)

Nah biasanya kalau sudah ketagihan, kita naikkan porsinya jadi 2-5 halaman per hari

Kalau saya biasanya setiap hari menulis 1-3 halaman, tapi pas hari Sabtu atau Minggu bisa berpuluh-puluh halaman - isinya macem-mancem, dari mulai cara mengajar, teknik main sulap kartu, update teknologi terbaru, dan lain sebagainya

Yang saya dengar anda adalah para blogger hebat, artinya anda semua sudah memiliki modal untuk menulis - jadi lakukan saja tanpa harus menunggu

Hambatan menulis datang dari diri kita sendiri, yang pasti paling banyak mengatakan tidak ada waktu - padahal justru saat pandemi inilah waktu paling tepat untuk menulis karena semuanya WFH

Menulis juga bisa dipicu karena hal-hal lain. Misalnya kita orang tua yang sering sekali memberikan nasehat ke anak-anak remaja tapi mereka cuek atau tidak mendengarkan. Yang saya lakukan adalah nasehat tersebut saya tulis dalam bentuk "surat untuk anakku yang kubanggakan", saya print, dan saya taruh di meja anak saya. Alhasil, dia justru semakin cinta dengan ayahnya (padahal kalau dinasehati dia tidak mau)

Istri saya juga sering saya isengin. Saya buatkan dia puisi, pantun, syair, dan gurindam - padahal susunan kata-katanya saya ambil dari rangkaian lagu-lagu yang diciptakan almarhum ayahnya A. Riyanto. Alhasil, hubungan kami semakin romantis.

Saya juga bersyukur kedua orang tua masih ada dan lengkap. Setiap mereka ulang tahun, saya persembahkan berbagai karya tulisan yang mengingatkan pada indahnya masa-masa kecil dulu ketika kita semua masih bersama dalam satu atap rumah. Oooooo.... ayah dan ibu saya pasti tersenyum sambil menangis haru...  a priceless moment....

Intinya adalah bahwa menulis itu bukan saja bertujuan untuk publikasi. Bagi saya menulis adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh (supaya tidak mudah terjangkiti covid). Karena dengan menulis saya dapat membuat orang lain bahagia, tersenyum, gembira, tertawa..... Itulah hebatnya sebuah pena... eh, itu jaman dulu ya, jaman sekarang pakai keyboard....atau jempol di handphone

Sebagai pribadi saya juga ingin agar anak, cucu, cicit, dan cicit-cicitnya saya nanti bisa mengenal siapa kita sebagai mbah-mbah-mbah buyutnya. Karena apapun yang kita tulis akan terekam abadi di dunia maya.

Jadi teman-teman, jangankan seminggu, satu hari saya jika anda memutuskan untuk menulis dari pagi sampai malam, pasti bisa menjadi buku

Kadang-kadang untuk memaksa, saya suka mendisrupsi diri saya sendiri. Misalnya dengan membayangkan hal yang aneh-aneh.

Semisal, seandainya saya diberitahu malaikat bahwa usia saya tinggal 24 jam lagi, dan dalam waktu itu saya tidak bisa bertemu dengan siapa-siapa kecuali disediakan keyboard, komputer, dan Microsoft Word, anda akan menuliskan apa dan kepada siapa? Saya yakin anda akan berhasil membuat buku yang mengharukan dalam waktu 24 jam !

Disamping itu, para peserta harus komit meluangkan waktu paling tidak 2 jam sehari untuk TIDAK DIGANGGU siapapun, agar bisa menulis. Karena untuk penulis pemula, KETENANGAN sangatlah dibutuhkan. Saya tidak keberatan jika harus menemani anda dari jam 12 malam sampai jam 2 pagi - sejauh anda berkomitmen untuk menghasilkan buku dalam seminggu.

 

Macet ketika menulis itu biasa. Kebanyakan karena kehabisan ide. Biasanya itu terjadi karena badan kita lelah. Yang saya lakukan biasanya bersantai-santai, olah raga sebentar, main sama anak, dan mendengarkan musik. Di tengah-tengah biasanya ide muncul lagi. Bahkan tidak jarang saya menemukan ide ketika lagi tidur via mimpi.

Cara menulis cepat bisa dilakukan apabila kita berada pada lingkungan yang kondusif. Namun tiap orang bisa beda-beda. Kalau saya justru bisa menulis cepat kalau di sekitar saya ada orang ramai sedang ngobrol, bermain, dsb. Namun ada orang yang baru bisa menulis cepat apabila suasana tenang.

Nah Mbak Herni harus membuat suasana yang pas atau sesuai dengan karakteristik Mbak agar kondusif untuk melahirkan ide-ide. Jangan ketawa ya, bahwa saya setiap kali menulis itu disambi dengan main kartu bersama sahabat-sahabat saya.... hehehe...

Orang terdekat itu senang kalau melihat kita senang. DIa gembira jika melihat kita gembira. Oleh karena itu, agar didukung, menulislah dengan senyum dan tertawa. Yang bersangkutan pasti penasaran melihat kegembiraan kita. Saya kadang-kadang sambil nulis itu suka ketawa atau nangis sendiri.... entah kenapa, udah bawaan orok yakaknya.

Cara menulis paling mudah untuk pendidikan adalah membuat bunga rampai. Setiap hari, usahakan mbak Dwi mencari SATU PESAN yang ingin disampaikan dalam tulisan.

Misalnya pesan tersebut mengenai PENTINGNYA KEJUJURAN, atau pesan mengenai BELAJAR KELOMPOK YANG MENGASYIKKAN, atau pesan terkait dengan CARA BROWSING YANG EFEKTIF atau mungkin juga masalah BELAJAR TANPA KUOTA INTERNET.... nah dari satu pesan itu, buatlah sebuah tulisan.

Kalau setiap hari satu pesan, berarti dalam sebulan khan ada 30 pesan. Jadilah yang namanya BUNGA RAMPAI TULISAN dalam bidang PENDIDIKAN. Menulis karya bunga rampai (koleksi) jauh lebih mudah daripada membuat buku yang di dalamnya terdapat struktur bahasan yang logis dan teratur.

Setiap tulisan itu sudah ada pembacanya masing-masing. Tidak mungkin kita buat tulisan yang bisa memuaskan banyak orang. Di masa internet ini sederhana. Hilangkan keraguan, tulis sampai tuntas. Dan upload tulisan. Jangan kaget ketika tiba-tiba ada banyak sekali orang yang menikmatinya dan meninggalkan pesan-pesan yang positif (berterima kasih) atas tulisan kita. Tulisan yang datang dari hati tulus, tidak ada yang salah. Yang Ibu berikan adalah sharing pikiran... jadi semuanya pasti valid dan benar.

Ada pepatah mengatakan begini: "jika anda melakukan hal-hal yang anda sukai, anda tidak akan merasa bekerja satu detik pun!"

Jadi saya mengalir saja, karena menulis, bekerja, mendidik, mengasuh anak, itu adalah satu tarikan nafas. Jangan mau diatur oleh waktu, kita yang harus mengatur waktu. Kondisi Covid-19 ini adalah saat yang baik untuk belajar mengelola waktu.

Tidak semuanya sukses. Suka dukanya banyak. Tapi saya diajarkan keluarga saya untuk selalu melihat nilai positif dalam berbagai kedukaan. Jadi tetap bersemangat dalam menghadapi apapun. Seperti yang saya katakan di atas, jika anda bahagia, pasti orang-orang di sekitar anda bahagia, pasti bos anda ikut bahagia, pasti pasangan hidup kita juga bahagia. Jadi paling enak adalah syukuri yang ada, sambil terus berbuat sesuatu tanpa henti.... hingga nafas dan titik darah penghabisan. Merdeka !

Sumber atau referensi adalah pendukung ide atau gagasan yang kita tulis, terutama jika kita ingin membuat karya ilmiah. Tujuannya adalah agar pendapat kita secara akademik memiliki dasar ilmunya. Sementara untuk tulisan fiksi, cerita, dsb cukup didasarkan pada imajinasi kita. Nah untuk tulisan yang membutuhkan referensi dari jurnal, bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah kita tulis dulu semua yang ada di kepala kita tanpa melihat referensi, setelah jadi baru kita mencari referensi pendukungnya. Sementara cara kedua adalah kita baca dulu sebanyak mungkin referensi yang ada, baru kemudian kita mulai menulis sampai tuntas. Siapakah yang akan jadi mentor anda? Saya siap !

Ada juga pepatah yang mengatakan begini "dalam menghasilkan karya tulisan, tidak perduli beberapa kali kita jatuh dan dicemoohkan orang, tapi lihatlah berapa kali kita dapat bangun dan bergerak untuk menulis lagi setelah belajar dari peristiwa masa lalu!".

Fokuskan pada orang yang menyukai dan memuji tulisan Ibu. Tidak perlu menghiraukan mereka yang mencemooh atau menghina kita. Yang penting tulisan yang kita buat tulus, dan dari lubuk hati terdalam. Pencipta kita yaitu Tuhan YME itu tersenyum setiap kali kita menghasilkan tulisan yang berisi kejujuran dan ide dari kita sebagai mahluknya yang jauh dari sempurna. Teruskan menulis ! Anjing menggonggong, kafilah berlalu... begitu kata peribahasa. Paling tidak, saya, Eko Indrajit, yang akan memuji karya tulisan anda... apapun isinya.

Jika memakai atau menyitir karya orang lain, silahkan menyebutkan referensinya dengan tata cara yang benar. Tidak ada yang dilanggar dalam konteks itu. Yang tidak boleh dilakukan adalah mengakui karya orang lain sebagai karya kita.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, motivasi itu terkadang harus diciptakan jika ada pressure. Pressure bisa datang dari luar atau dari dalam diri sendiri, misalnya dengan membuat target. Ini cerita nyata. Dulu saya punya perjanjian dengan istri saya ketika baru menikah. Jika dalam satu hari saya tidak bisa memperlihatkan sebuah tulisan dalam 5 halaman, maka saya akan tidur di sofa, di luar kamar... hehehe....

Pada intinya, semua bisa dituliskan. Bahkan jaman sekarang, publikasi itu tidak lagi harus berbentuk buku. Anda bisa menerbitkannya dalam bentuk e-book kok. Seperti musik. Jarang yang menjual kaset atau CD lagi. Semua yang dijual adalah file.... membuat e-book lebih cepat dan membuat dampaknya lebih besar daripada buku klasik dengan format fisik.

Yang saya lakukan adalah membuat perjanjian dengan keluarga. Misalnya sekarang ini, saya setiap hari jam 19-21 malam pasti meluangkan waktu untuk menulis dan keluarga saya tahu itu. Tapi nanti di hari Sabtu dan Minggu, saya libur menulis karena janji dengan anak-anak saya untuk bermain game keluarga.

Intinya adalah komunikasi dengan mereka yang ada di sekitar kita. Sebab kalau tidak dikomunikasikan, mereka suka berasumsi dan memiliki persepsi yang salah. Tapi kalau jadwal itu dikomunikasikan mereka pasti mengerti. Yah kayak jaman normal lah, dimana pagi anak-anak sekolah, siang anak-anak pulang, sore anak-anak mengerjakan PR dan seterusnya.

Jadi intinya kita harus memaksa diri memiliki manajemen waktu yang baik. Memang awalnya sulit, tapi lama-lama terbiasa. Belajarlah dari dokter yang punya jam praktek. Selama jam itu, dia tidak bisa diganggu. Tetapi diluar jam praktek, silahkan saja....

Seberapa tergila-gilanya anda dengan keinginan untuk menerbitkan buku? Ingat tidak waktu jaman pacaran dulu, ketika kita naksir atau tergila-gila dengan seseorang, semua hal kita korbankan demi yang satu itu.... hehehe....

Jika tujuannya adalah untuk menulis buku yang ingin diterbitkan, maka sebelum daftar, syarat seperti yang sudah dipresentasikan oleh Penerbit ANDI harus dipenuhi. Namun jika tujuannya adalah sekedar untuk belajar menulis, tanpa punya target diterbitkan publisher terkemuka (misalnya diterbitkan sendiri menjadi e-book), dipersilahkan saja.

Teman-temanku tercinta, harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Artinya adalah bahwa dari semenjak dulu nenek moyang kita ingin agar kita menulis, karena hanya dengan menulislah maka kita dapat hidup seribu tahun lagi....

Selamat berkarya teman-temanku tercinta. Seperti kata Oom Jay, menulislah, dan lihatlah apa yang terjadi. Menulis adalah doa, menulis adalah cinta, menulis adalah karya, menulis adalah jiwa, menulis adalah manusia....

 

Komentar