Menumbuhkan Karakter Dan Budaya Menulis Bagi Guru
Nara Sumber :
Umi Rosidah,
M.Pd.I.
Jumat,
26 februari 2021
“Apa karya terbaik kita selama menjadi seorang guru”…..”Guru mulia
karena karya”…..dengan berkarya berarti anda sudah satu langkah lebih dekat
untuk menjadi juara. dan yang lebih penting lagi guru adalah teladan, jika guru terus belajar, maka
peserta didiknya juga kan terus belajar. jika gurunya berhenti belajar maka
peserta didiknya tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik. Tapi
janganlah kita berkarya untuk menjadi juara, karena bisa jadi kita akan
menghalalkan segala cara dan kecewa jika kita gagal menjadi juara. tapi
berkaryalah untuk anak didik kita, meskipun kita gagal kita akan terus berkarya
karena mendidik adalah bagian dari hidup kita.
Dari menulis
serta melakukan penelitian inilah, menghantarkan saya pada berbagai kegiatan
lomba di tingkat nasional sejak tahun
2015 dan dari menulis ini saya mendapat kesempatan
bertemu dengan bapak ibu guru hebat yang penuh inspirasi dan motivasi dari
berbagai penjuru di tanah air, bertemu tokoh2 hebat, beremu bapak mentri bapak
presiden serta mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sangat luar biasa dan
alhamdulillah saya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti short course di
Jepang selama 21 hari.
Jika saat ini kita sudah terbiasa membaca
dan menulis, silahkan dikembangkan kemampuan tersebut, dari menulis berbasis pengalaman dan
kegemaran menjadi menulis berdasarkan riset atau penelitian. Karena pada dasarnya
menulis karya tulis ilmiah tidak sesulit yang kita bayangkan. Yang paling sulit hanya
menyelesaikan tulisan kita yang pertama saja, jika satu karya pertama sudah
berhasil kita selesaikan, maka tulisan yang ke dua dan seterusnya akan lebih
mudah
Sesungguhnya banyak diantara kita yang ingin menjadi
penulis namun hanya sekian persen dari kita yang dapat mewujudkannya. Apa yang
menyebabkan menulis itu terasa sulit? Kendala pertama kita sering merasa tidak
ada bakat.
Akan tetapi Menulis tidak hanya berasal dari bakat,
tapi kemampuan menulis bisa diasah dengan ketekunan, berlatih setiap hari dan menjaga komitmen
diri
kendala ke dua sulit memunculkan ide. Ide bisa kita
dapat dengan memperbanyak diskusi, kolaborasi, dan tentu saja memperbanyak
membaca.
Tidak suka menulis menjadi penyakit yang paling berat
dalam menulis, tapi jika kita bisa menemukan alasan yang kuat mengapa kita
harus menulis, insyaallah penyakit tidak suka menulis ini akan sembuh.
Alasan mengapa kita harus menulis bisa sangat beragam,
silahkan kita menetapkan hati, mengapa anda ingin menulis.
Berikut beberapa alasan yg mungkin bisa menginspirasi :
Jika kita tidak memiliki alasan (rasional, emosional,
social atau spiritual) yang kuat untuk menulis maka kendati kita memiliki bakat
dan kemampuan yang cukup untuk menjadi seorang penulis sampai kapanpun KITA
TIDAK AKAN MENGHASILKAN SEBUAH KARYA TULIS
1. Orientasi material
Tujuannya mengejar uang,
bisa dari royalty, fee pembicara dan semacamnya. Apalagi jika berhasil menulis
novel yang sampai diangkat ke layer lebar
2. Orientasi eksistensial
Tujuannya mengejar
poplaritas dan pengakuan dari masyarakat
3. Orientasi personal
Bersifat lebih pribadi
sengan tujuan untuk mencurahkan dan mengekspresikan perasaan, pengalaman atau
pengalaman pribadi agar dapat dibaca oleh orang lain
4. Orientasi sosial
Tujuannya untuk mempengaruhi
atau mengubah cara berfikir masyarakat serta membangun peradaban
5. Orientasi spriritual
Tujuannya untuk beribadah
dan memperoleh pahala dengan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik
Untuk
kendala yang ke 4 sulit menerima kritik. Seringkali tulisan kita sulit
berkembang menjadi lebih baik, karena kita menutup diri dari saran dan kritik
orang lain. Tapi saya semuanya sangat berfikiran terbuka dan tidak anti dengan
kritikan, karena tulisan kita di posting di blog dan bisa diakses oleh semua
orang
Untuk
kendala yang kelima tidak ada waktu untuk menelis sering sekali saya dengar.
Ada
beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi penulis yang baik.
Tapi
menurut saya bukan orang yang punya banyak waktu luang yang dapat menyelesaikan
tulisannya, tapi orang yang dapat meluangkan waktu di tengah kesibukannya. Aktivitas
ini akan menentukan seperti apakah kualitas tulisan kita.
Ide sering
kali muncul sewaktu-waktu, jika tidak ingin kehilangan ide itu, segera catat,
bisa di smartphone maupun di buku catatan kecil anda. Dan saya sendiri selalu
menyediakan buku catatan kecil kemanapun saya pergi. Dan jika waktunya sudah memungkinkan kita bisa
mengembangkannya dengan berdiskusi maupun mendialogkannya dengan buku-buku
referensi
Dunia
digital sudah berkembang sangat luar biasa, berbagai macam informasi dapat kita
peroleh dengan mudah melalui internet. Jika kita ingin menulis karya tulis ilmiah
ada sumber bacaan dan referensi yang bisa kita peroleh dari internet. Akan
tetapi yang harus kita perhatikan adalah
jangan sampai kita terjebak dalam plagiasi.
Pengalaman
orang lain juga bisa menjadi sumber inspirasi,
maka kita perlu mengembangkan sikap peduli dan empati seingga kita bisa
memberikan solusi dan inspirasi dari setiap permasalahan yang ada di sekitar
kita
Sebenarnya
tidak ada yg luar biasa dalam membagi waktu. karena untuk hal-hal yang kia
sukai kita pasti bisa meluangkan waktu. jadi kunci yang pertama adalah suka
terlebih dahulu. kemudian kita pasti punya waktu yang tidak produktif dan
itulah yang saya kurangi. Kita sendiri yang paling tau kapan waktu yang tepat
untuk menulis. untuk mencapai sesuatu memang butu pengorbanan, tapi jangan
sampai mengorbankan tugas utama kita sebagai guru atau keluarga kita. Jadi
biasanya saya menulis jika anak-anak dan suami sudah tidur, dan di sela-sela
waktu yg tidak produktif
Menulis
memang kegiatan yang paling sulit untuk kita tularkan. Karena berkaitan dengan
kegiatan yang butuh ketekunan dan ketelatenan. Biasanya saya memotivasi teman2
secara personal bun, jadi kita bisa memberi tau apa saja keuntungan setelah
kita menulis. Biasanya saya kaitkan dengan pemenuhan angka kredit untuk
kenaikan pangkat, karena biasanya baanyak teman2 yang kesulitan naik pangkat
karena tidak bisa memenuhi angka kredit pengembangan diri. Mungkin dari situ
dulu pancingannya, karena biasanya sulit untuk diajak menulis karena belum
menemukan motivasi apa yang membuat mereka harus menulis
Semangat
naik dan turun itu biasa. Jika ingin
tetap semangat dalam menulis salah satunya adalah kita harus tetap bersama
orang2 yang produktif. Kalau saya biasanya untuk tetap menjaga motivasi saya
biasanya mengikuti event tertentu yang ada kaitannya dengan menulis. Karena ada
date line maka kita akan termotivsi untuk terus menulis. Setelah mengikutinya
beberpa kali, lama2 menulis ini akan menjadi karakter kita.
Untuk
jumlah referensi biasanya tergantung jenis karya tulis ilmiah yang kita buat,
dan instansi atau lembaga yang menerima karya tulis kita. Misalnya kalau
skripsi di Universitas tertentu ada yg mewajibkan minimal 15, tesis 25 dan
desertasi 40. Untuk karya tulis ilmiah di jurnal tergantung gaya selingkungnya
permintaannya berapa, karena masing2 jurnal memiliki ketentuan sendiri-sendiri.
Untuk E
book boleh kita cantumkan sebagai referensi.untuk e-book ada yang gratis dan
ada yang berbayar. Tapi biasanya untuk buku referensi yang bagus itu berbayar
jadi kita harus membeli terlebih dahulu
Tulisan
dikatakan menarik tidak bisa digeneralisasi antara satu tulisan dengan tulisan
yang lain. Kita ingin membuat tulisan dalam bentuk apa, novel, cerita bergambar
atau karya tulis ilmiah ? Agar menarik masing2 harus memenuhi kriteria dan
kaidah jenis tulisan tersebut. tapi secara umum tulisan yang menarik menurut
saya jika tulisan tersebut temanya up to date, bahasanya enak dibaca, runtut
dan isinya memberikan sesuatu yang bermanfaat
Untuk
menumbuhkan konsistensi menulis cara yang bisa kita lakukan hanya satu yaitu
terus menulis. Berusahalah untuk menulis setiap hari, walaupun hanya satu
paragraf atau 2 paragraf hingga menulis menjadi karakter hidup kita. Jika kita
sudah konsisten 1 atau 2 paragaraf kita naikkan menjadi satu lembar atau dua
lembar setiap hari dan seterusnya, insyaallah kita bisa konsisten dengan
menulis.
Kita tidak
perlu minder dengan apa yang sudah kita tulis. Kita harus ingat tidak semua
orang bisa menyelesaikan tulisannya, kita bisa menyelesaikan tulisan kita itu
sudah luar biasa. Ada banyak orang diluar sana yang belum pernah menyelesaikan
satu tulisanpun bahkan untuk memulainya saja tidak. Tulisan yang bagus tidak
hadir dengan tiba-tiba tapi melalui proses yang panjang tidak mudah. Jadi buang
jauh-jauh perasaan tidak percaya diri, terus menulis, menulis dan menulis
Buku yang
saya tulis di CV semuanya sudah diterbitkan dan ber ISBN, meskipun masih
penerbit Indi semua. Karena saya memang belum pernah mencoba untuk menerbitkan
di penerbit Mayor, karena motivasi saya dalam menulis memang bukan untuk
mencari royalty.
Untuk buku
saya yang paling berkesan adala novel Suddendeathlessness. Kenapa berkesan,
karena sebelumnya saya belum pernah menulis cerita dan akhirnya saya berhasil
menaklukkan kelemahan saya sendiri. Karena sebelumnya saya lebih suka menulis
penelitian dan puisi. Selain itu buku ini saya tulis ketika saya berjuang
mencari kesembuhan dari penyakit langka yang tiba2 menyerang saya sebelum saya
berangkat ke Jepang. Saat saya tidak bisa melakukan apa2 sendiri, saya isi
hari-hari saya dengan menuliskan novel ini. Jadi saya berangkat ke Jepang
dengan Kondisi yang belum 100% sembuh. tapi lahamdulillah saya msih bisa
mengikuti semua kegiatannya dengan baik.
Untuk
perlombaan yang diadakan oleh Kemdikbud karya kita akan dilihat seberapa besar kebermanfaatannya
bagi siswa kita itu yg utama, kemudian seberapa mudah karya kita tersebut di
duplikasi dan dapat diaplikasi di tempat lain, namun untuk lomba inobel
tentunya ada beberapa syarat khusus yang harus kita penuhi. Semisal karya kita
harus bebas plagiasi, tingkat similaritynya tidak boleh lebih dari 20% jika
kita ingin menjadi juara satu. Jika membuat inovasi kita kita harus memastikan
karya inovasi kita berupa media atau metode, agar tidak terjadi kerancuan atas
keberhasilan inovasi yang sudah kita lakukan apakah itu karena metode atau medianya
dan judul menjadi salah satu poin penting yang harus kita perhatikan
Saat
membuat judul inovasi HINDARI MEMBUAT JUDUL DENGAN AKRONIM YANG TIDAK MEMILIKI
ARTI, ATAU TIDAK BISA KITA TEMUKAN DI KAMUS BAHASA INDONESIA
Yang
selanjutnya pastikan karya tulis ilmiah inovasi kita sudah sesuai dengan gaya
selingkung Kemsharilindung. Struktur penulisan karya ilmiah masing-masing lomba
berbeda. Jika kita ingin mendapatkan penilaian yg terbaik kita harus
benar-benar melengkapi apa saja yang diminta dalam karya tulis itu. Jangan kita
mengirimkan tulisan kita seadanya, kita puya PTK kita kirim karya tulisnya
dalam bentuk PTK padahal strukturnya beda. Jjadi kita harus merubah gaya
penulisan PTK kita sesuai dengan gaya selingkung lombanya.
Untuk
kegiatan short course yang saya ikuti di fasilitasi oleh Kementrian Pendididkan
dan Kebudayaan karena kita menjadi juara pertama lomba Inobel.
Jadi saya
berangkat bersama 14 orang. Dari guru yang menjuarai lomba guru berprestasi,
lomba inobel dan lomba OGN jadi semacam hadiah seperti itu, kita tidak perlu
apply penelitian. Hanya setelah selesai short course kita harus membuat laporan
kegiatan selama kita berada di jepang.
Kegiatan
kita selama di jepang antara lain berkunjung ke kedubes, kementrian pendidikan
jepeng, kuliah di universitas fukuyama dan chiba, dan melakukan kunjungan ke
sekolah2 di sd dan smp serta sekolah inklusi mungkin seperti itu gambaran
singkatnya. Ada banyak hal luar biasa yang ingin saya tulis dari pengalaman
saya selama di jepang, terutama tentang pendidikan karakternya .
"GURU
MULIA KARNA KARYA", jangan pernah berhenti berkarya dan menginspirasi
peserta didik kita , dalam bentuk apapun karya itu jika kita buat dengan sungguh-sungguh pasti akan menunjukkan
jalan menuju kesuksesan.
Komentar
Posting Komentar