Motivasi Berprestasi
Nara sumber : Musiin, M.Pd
Jumat, 19 Februari 2021
Saya
adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan
dan tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kami bersembilan telah berhasil
menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang
di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul
Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.
Screen
shoot foto buku kami bisa dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun
offline, sengaja saya share supaya Bapak Ibu semangat untuk menaklukkan
tantangan menulis dari Prof Eko.๐
Prof.
Eko saya ibaratkan sebagai seorang Master
Chef yang memberi kita banyak
pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan.
Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan
Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel. Seperti yang disampaikan
Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,
sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan
yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum
dikeluarkan.
Dan
Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para
penulis pemula. Judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki
pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Jadi, bergantung
pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau
tidak.
Atau
hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam
bentuk obrolan atau cerita yang tidak meninggalkan jejak keabadian.
Menulis
bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis tidak semudah berbicara, semudah
bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis
dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan
lahir CINTA MENULIS.
Sebelum
menulis buku, harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Alasan
saya ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri
yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai
seorang guru.
Kutipan
terkenal dari Imam Ghazali dan Pramoedya
Ananta Toer menjadi penguat mengapa saya ingin menjadi penulis.
Keinginan
kuat ternyata mengantarkan ke hukum
tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini
mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan.
Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis
(salah satunya kelas Om Jay dan
tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko.
Dalam
penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan
tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan
urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per
poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan
pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini
antarbab setara)
Pola
yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola
ketiga yakni Pola Klaster.
Proses
penulisan buku terdiri dari 4 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah
Pertama
Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema
bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah
parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk
melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan
dari :
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
Tema
yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di
media massa, mengamati lingkungan serta
diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The
Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Referensi
berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Referensi
terdiri dari :
1 .
Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2.
Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3.
Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4.
Penemuan yang telah didapatkan.
5.
Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap
berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui
untuk melanjutkan ke proses penulisan.
Berikut
ini adalah kerangka dari buku saya
BAB
1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB
2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB
3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB
4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB
5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di
Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di
Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam
menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasehat Pak
Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be
Pak
Yulius adalah penulis hebat alumni gelombang 8 yang juga berhasil menaklukkan
tantangan menulis Prof Eko.
Dengan
mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal.
Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.
Berikut
ini adalah anotomi buku nonfiksi
Anotomi
Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta
kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah
kedua
Menulis
Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan
prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih
pada bagaimana ide dituliskan
Langkah
ketiga
Merevisi
Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan
penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah
keempat
Menyunting
naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan
dalam menulis
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Hambatan
terakhir yakni hambatan psikologis adalah yang sangat berat. Ini berkaitan
dengan deadline yang diberikan. Justru deadline ini yang menjadi trigger untuk
segera menyelesaikan tulisan.
Cara
mengatasi hambatan psikologis :
1. Banyak
membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang
sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster
untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)
Bagi
saya adalah hambatan psikologis, ada target yang harus kita capai. Ibarat
pelari, garis finish sudah di depan mata dan sorak sorai penonton bergemuruh.
Bagi saya hal yang paling sulit adalah mengalahkan rasa takut yang muncul dari
diri kita.
Cara
mengatasinya dengan mengembalikan ke tujuan awal, tetap fokus pada tujuan dan
membayangkan buku kita selesai dan terpajang di toko buku.
Menyunting
naskah berkaitan dengan ejaan, tata bahasa, pilihan kata, data dan fakta,
legalitas dan norma. Untuk ejaan, tata bahasa dan diksi saya menggunakan PUEBI
dan KBBI, sedangkan untuk data dan fakta kita memeriksa data dan fakta yang
kita tuliskan dengan memeriksa dari berbagai sumber. Tujuan dari menyunting
adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan mekanis dan substantif. Untuk lebih
meyakinkan, kita bisa menggunakan jasa editor untuk menyunting.
Sebenarnya
tidak ada keharusan untuk menyertakan gambar, itu semua tergantung kebutuhan
penulis untuk memperjelas ide yang ingin kita tuliskan. Jika kita harus
menyertakan gambar, supaya tidak melanggar hak cipta , kita cantumkan sumber
gambar tersebut.
Arikel
terdiri dari 2 yakni artikel populer dan artikel ilmiah. artikel populer
diterbitkan di media massa, sedangkan artikel ilmiah diterbitkan di jurnal
ilmiah.
Judul
artikel populer biasanya lebih provokatif dan menimbulkan rasa ingin tahu
pembaca.
Beberapa
buku juga menggunakan judul yang provokatif, Buku yang ditulis Ira Latief
adalah NORMAL IS BORING. Buku ini diterbitkan di Gramedia dan menjadi buku best
seller
Glosarium
adalah daftar kata atau istialah (yang ada di buku yang kita tulis) yang
disusun secara alfabetis dan dilengkapi dengan penjelasan tentang kata/istilah
tersebut.
Untuk
menghasilkan karya memang banyak godaannya. Ibu sudah hampir mencapai garis
finish, tinggal beberapa meter sudah sampai di garis finish. Ayo semangat. Agar
tidak jenuh, Ibu bisa meminta teman yang berkompeten dalam dunia tulis menulis,
membaca draf buku karya ibu.
Tema
yang Bapak pilih adalah pendidikan. Dari tema ini akan berkembang menjadi ide.
Bapak bisa mengembangkan ide tentang pembelajaran dari berbagai sudut pandang,
misalnya dari pendidikan abad 21,
pendidikan karakter. Tujuan pembelajaran untuk era digital sangat luas
pak.
Teknik
parafrase agar terhindar dari plagiarisme adalah dengan membaca sember aslinya
dan memahami dengan benar
Bisa
menuliskan kembali dengan kata-kata atau kalimat kita sendiri. Ini berarti kita
harus memperbanyak kosa kata dan pengetahuan. Dan jangan lupa tetap
mencantumkan sumbernya.
Kata
Penutup
Keajaiban
akan datang karena kita menulis setiap hari.
Bakti
dan karya yang luar biasa semoga ini menginspirasi semua
And Now pr Never ๐๐น
Komentar
Posting Komentar