Tips Mengatasi Writer's Block
"Tips Mengatasi Writer's Block"
Memulai sebuah perjuangan sangatlah
berat. Niat tak selamanya dibarengi dengan kesempatan waktu dan rasa batin menempatkan
kewajiban pada porsi yang tepat. Dalam keterbatasan pasti pada saatnya ada
kesempatan. Kesempatan belajar bersama untuk menulis dengan narasumber yang
sangat menginspirasi.
Narasumber hebat kali ini adalah Ditta
Widya Utami, S.Pd., Gr.. Mengawali karir sebagai peserta kelas menulis PGRI pada
gelombang 7, beliau mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menulis, hingga naik
kelas menjadi moderator dan menjadi Narasumber di berbagai pelatihan. Beliau salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat.
Penghargaan yang diperoleh beliau pada tahun 2021 yaitu penghargaan Bupati Subang diusulkan Disarpus Kab. Subang dan penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang untuk guru berprestasi.
Diawali dengan pemberian tantangan untuk
menulis dalam waktu 15 menit dari sebuah foto “wayang”. Saat inilah kadang
muncul tak punya ide menulis. Kata-kata tidak muncul saat sudah mulai menulis. Saat
seperti ini bisa jadi kita sedang terserang writer's block. Alias
kebuntuan menulis.
Menurut
Wikipedia, writer's block sebagai keadaan saat penulis kehilangan
kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Hal ini
bisa dialami penulis pemula maupun profesional. Kurang/sulit fokus, tidak muncul
ide menulis, menulis tidak bisa cepat dari biasanya, atau merasa stress/frustasi
untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda kita terserang writer's
block.
Writer's
block bisa terjadi dalam
hitungan menit, jam, hari, bulan, bahkan ada juga sampai bertahun-tahun. Penyebab
writer's block yang dialami seorang penulis antara lain :
Mencoba metode/topik baru
dalam menulis bisa jadi salah satu
penyebab WB. Misal kita diberikan topik tertentu untuk menulis tetapi kita
tidak paham dengan topik tersebut. Pasti
saat menulis kurang inspirasi. Saat ini WB menyerang. Saat kita diminta membuat
puisi padahal kita terbiasa menulis karya ilmiah. Tentunya akan muncul kesulitan
saat harus menulis puisi.
Stress, Lelah
Fisik/Mental bisa jadi salah penyebab
kedua WB. Banyak beban pikiran, tugas, tagihan pekerjaan membuat badan lelah bisa
membuat kita burn out.
Perfeksionis bisa jadi penyebab WB. Kreativitas akan hilang saat kita terlalu
terbebani dengan ini itu yang sifatnya harus paling baik/paling tepat/paling
top dan lain sebagainya.
Solusi mengatasi writer's block, pertama mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis
merupakan solusi terbaik. Kedua, istirahat sejenak tentu menjadi pilihan
terbaik. Refresh kembali hati dan pikiran. Ketiga, ingatlah kembali alasan awal menulis.
Antusiasme belajar dari
peserta sungguh biasa. Pertanyaan yang berkesan “Bagaimana
cara mengatasi supaya WB tidak terlalu lama dengan banyaknya aktifitas berfikir
sehari-hari”. Gunakan Golden Time saat
menulis. Tiap orang punya golden time masing-masing. Ada yang fokus menulis
sebelum tidur. Ada yang bisa fokus menulis saat menjelang matahari terbit. Ada
yang selalu mendapat inspirasi jika menulis sambil mendengarkan lagu, ada juga
yang harus sepi hingga suara jangkrik pun terdengar.
Pertanyaan berikutnya yang berkesan “Apakah WB karena masalah perfeksionis, maka penulis harus menurunkan standar yang hendak dicapai”. Memasang standar tertentu untuk tulisan kita tentu hal yang baik. Hanya saja, kita harus selalu mawas diri agar tidak tenggelam dalam sikap perfeksionis tersebut. Tetapkan standar sambil terus bergerak. Tidak perlu menurunkan standar selama kita masih bisa menguasai keperfeksionisan kita.
Kesimpulan belajar writer's block adalah
kendala umum bagi para penulis, namun ketika komitmen dalam menulis
sangat matang, maka kita akan dapat menulis dengan mengalir . Selain itu, me-refresh
pikiran dengan melakukan aktivitas yang kita sukai, bisa membangkitkan selera
menulis dan menepis gejala WB. Menggunakan golden times adalah langkah mudah
dalam menulis, karena dengan begitu ide menulis akan muncul berserak.
Bahagia
jadi kunci utama saat mengalami writer's block. Mengingat Kembali
tujuan awal menulis, pasti semua teratasi
Tulisan Penaku


Komentar
Posting Komentar