TRIK BUKU BISA LAKU
TRIK BUKU
BISA LAKU
Sesi
belajar diawali dengan pembukaan, lanjut ke pemaparan narasumber, kemudian tanya
jawab dengan peserta dan diakhiri dengan penutup.
Kilas balik yang dilakoni Omjay diawali dengan mencari
editor yang mampu membuat buku kita menjadi enak dibaca. Semua buku ada
editornya sehingga terseleksi dengan baik dan layak untuk dijual.
Cara yang paling banyak dipakai untuk memasarkan
buku adalah menggunakan media digital dan media sosial. YouTube dan Instagram sarana
pemasaran paling efektif.
Promosi buku bisa melalui Instagram. Caranya
beriklan “story telling”. Semua ini membuat buku-buku Omjay banyak
dipesan dan dibeli orang banyak dari seluruh Indonesia bahkan dari Malaysia,
Singapura dan Brunei.
Inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi.
Untuk penerbit besar, memiliki tenaga pemasaran yang banyak. Sehingga tips dan
trik dapat dengan mudah mereka kuasai. Walaupun saat ini jumlah pemasaran
bukunya agak berkurang akibat pandemi covid19.
Gunakan media sosial untuk memasarkan buku dan
bekerjasama dengan teman. Setiap buku akan menemui takdirnya. Harus ada jerih
payah dan tak kenal lelah. Gagal janganlah kita sakit hati, bangkit dan cari ide.
Mengeluh dan mengeluh bukan solusi. Terjalnya perjuangan akan bermuara juga. Entah
kapan waktunya.
Memang buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor
lebih banyak pembelinya. Mereka memiliki media sosial yang bagus. Contohnya penerbit
buku mayor yang selalu melakukan inovasi adalah penerbit Andi Yogyakarta.
Itulah mengapa kolaborasi itu penting agar buku
yang diterbitkan laku dipasaran. Kita sebagai penulis jangan juga hanya diam
saja. Penulis harus ikut memasarkan bukunya. Dengan begitu bukunya akan laku
dan banyak dibeli orang banyak.
Jangan kaget bila kita menerima royalty buku
sampai ratusan juta rupiah karena adanya kolaborasi. Omjay yang sudah menikmati
royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie. Kita harus selalu
melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku yang kita
tuliskan sampai ke tangan pembaca.
Perbanyak silahturahmi karena sangat membantu
kita dalam memasarkan buku. Kuncinya, teknik memasarkan buku akan kita temui
dari adanya silahturahmi ini. Kekuatan silahturahmi ini dahsyat. Akan banyak
rezeki yang akan mengikutinya.
Tips yang bisa kita lakukan adalah promosi buku
kita di lingkungan terdekat kita, bangun personal branding. Dekati teman-teman
kita. Jadilah sahabat. Ajak berkolaborasi. Artinya nanti kita sama-sama untung.
Butuh kesabaran untuk meraih kesuksesan. Nikmati proses yang kita jalani. Pada saatnya
nanti, ketemu jalan terbaiknya.
Omjay mematok keuntungan per buku 100%. Tertarik
khan kita jadi seorang penulis. Betul, penulis itu sejahtera. Cetak cover buku
yang menarik. Wajah kita ada di cover. Semakin cover menarik, banyak
yang melirik buku kita. Apalagi kita belajar memperbaiki tulisan kita. Perbaiki
kualitas isi buku. Sehingga cover dan isi buku sama-sama memikat hati.
Pesan Omjay,
jangan pelit untuk membeli buku. Ilmu kita akan bertambah dengan membeli buku. Tak
terasa pertemuan harus berakhir, Pak Sucipto menutup dengan “bacaan hamdalah”
Semoga kita selalu
mendapatkan jalan kemudahan untuk menggapai impian kita . Aamiin
Tulisan Penaku
Tanggal
pertemuan: Senin 26 April 2021
Resume ke: 10
Tema: Tehnik Memasarkan Buku
Narasumber: Wijaya
Kusma, M.Pd
Gelombang: 18





Kereen tulisannya. Lengkaaap syekaliiii
BalasHapusTambahkan video dari link YouTube yang omjay bagikan sehingga tulisan ini m3 jadi lebih hidup.cara memasukkan video YouTube sangat mudah sekali
BalasHapusSiaap
Hapusmantap bu..👍
BalasHapus