TRIK BUKU BISA LAKU

 

TRIK BUKU BISA LAKU



Pemandu acara kita, Pak Sucipto telah mengajak mengucap basmallah untuk mengawali pertemuan kali ini. Narasumber yang hadir menyapa siang ini, sosok kandidat doktor “Omjay” sapaan akrab beliau. Beliau bapak Wijaya Kusuma, M.Pd

 Sesi belajar diawali dengan pembukaan, lanjut ke pemaparan narasumber, kemudian tanya jawab dengan peserta dan diakhiri dengan penutup.

Kilas balik yang dilakoni Omjay diawali dengan mencari editor yang mampu membuat buku kita menjadi enak dibaca. Semua buku ada editornya sehingga terseleksi dengan baik dan layak untuk dijual.

Cara yang paling banyak dipakai untuk memasarkan buku adalah menggunakan media digital dan media sosial. YouTube dan Instagram sarana pemasaran paling efektif.

 




 

Promosi buku bisa melalui Instagram. Caranya beriklan “story telling”. Semua ini membuat buku-buku Omjay banyak dipesan dan dibeli orang banyak dari seluruh Indonesia bahkan dari Malaysia, Singapura dan Brunei.

 



Inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi. Untuk penerbit besar, memiliki tenaga pemasaran yang banyak. Sehingga tips dan trik dapat dengan mudah mereka kuasai. Walaupun saat ini jumlah pemasaran bukunya agak berkurang akibat pandemi covid19.

Gunakan media sosial untuk memasarkan buku dan bekerjasama dengan teman. Setiap buku akan menemui takdirnya. Harus ada jerih payah dan tak kenal lelah. Gagal janganlah kita sakit hati, bangkit dan cari ide. Mengeluh dan mengeluh bukan solusi. Terjalnya perjuangan akan bermuara juga. Entah kapan waktunya.


Memang buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor lebih banyak pembelinya. Mereka memiliki media sosial yang bagus. Contohnya penerbit buku mayor yang selalu melakukan inovasi adalah penerbit Andi Yogyakarta.

Itulah mengapa kolaborasi itu penting agar buku yang diterbitkan laku dipasaran. Kita sebagai penulis jangan juga hanya diam saja. Penulis harus ikut memasarkan bukunya. Dengan begitu bukunya akan laku dan banyak dibeli orang banyak.

Jangan kaget bila kita menerima royalty buku sampai ratusan juta rupiah karena adanya kolaborasi. Omjay yang sudah menikmati royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie. Kita harus selalu melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku yang kita tuliskan sampai ke tangan pembaca.


Perbanyak silahturahmi karena sangat membantu kita dalam memasarkan buku. Kuncinya, teknik memasarkan buku akan kita temui dari adanya silahturahmi ini. Kekuatan silahturahmi ini dahsyat. Akan banyak rezeki yang akan mengikutinya.

Tips yang bisa kita lakukan adalah promosi buku kita di lingkungan terdekat kita, bangun personal branding. Dekati teman-teman kita. Jadilah sahabat. Ajak berkolaborasi. Artinya nanti kita sama-sama untung. Butuh kesabaran untuk meraih kesuksesan. Nikmati proses yang kita jalani. Pada saatnya nanti, ketemu jalan terbaiknya.

Omjay mematok keuntungan per buku 100%. Tertarik khan kita jadi seorang penulis. Betul, penulis itu sejahtera. Cetak cover buku yang menarik. Wajah kita ada di cover. Semakin cover menarik, banyak yang melirik buku kita. Apalagi kita belajar memperbaiki tulisan kita. Perbaiki kualitas isi buku. Sehingga cover dan isi buku sama-sama memikat hati.

Pesan Omjay, jangan pelit untuk membeli buku. Ilmu kita akan bertambah dengan membeli buku. Tak terasa pertemuan harus berakhir, Pak Sucipto menutup dengan “bacaan hamdalah”

Semoga kita selalu mendapatkan jalan kemudahan untuk menggapai impian kita . Aamiin

 

 

Tulisan Penaku

 

Tanggal pertemuan: Senin 26 April 2021

Resume ke: 10

Tema: Tehnik Memasarkan Buku

Narasumber: Wijaya Kusma, M.Pd

Gelombang: 18

Komentar

  1. Kereen tulisannya. Lengkaaap syekaliiii

    BalasHapus
  2. Tambahkan video dari link YouTube yang omjay bagikan sehingga tulisan ini m3 jadi lebih hidup.cara memasukkan video YouTube sangat mudah sekali

    BalasHapus

Posting Komentar